Showing posts with label ular pyton. Show all posts
Showing posts with label ular pyton. Show all posts

Tuesday, 29 November 2016

PYTHON SEBAE / AFRICAN ROCK PYTHON

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvXxxC7DOD7z6MnzeLqZUqss-mdjh1_mGOcUagS5KEhnbxLjSmI3GiG5h2OGPKo-NaQCxfmWhFoQnuIYFk4yNHS2HCFDlLyzPrAl382UWMRI40e8Z0A4hVU1DxhVbBj99kMofnk3SG6-U/s320/
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Upafilum:
Vertebrata
Kelas:
Reptilia
Ordo:
Squamata
Upaordo:
Serpentes
Infraordo:
Alethinophidia
Famili:
Pythonidae
Fitzinger, 1826

African Rock pytrhon yang memiliki nama ilmiah Python s. sebae ini masih termasuk dalam keluarga pythonidae. Ular ini saat dewasa bisa mencapai panjang 14 hingga 16 kaki dengan berat 100 hingga 120 pounds. Karena ukurannya yang bisa jadi sangat besar dan temperamennya yang sangat buruk, African Rock python bukan pilihan  spesies yang baik untuk dipelihara terutama oleh pemula. Tapi karena warna dan pola kulitnya yang cantik, ular ini banyak disukai oleh penggemar reptil. Ular African Rock ini banyak terdapat di pantai barat Afrika, Afrika tengah hingga ke pantai timur Ethiopia, Somalia Selatan, Kenya & Utara Tanzania. Ular ini lebih memilih habitat di padang savannah atau di daerah yang banyak terdapat rerumputan
African Rock python membutuhkan kandang yang bersih dengan ventilasi yang baik. Kebanyakan ular akan memanjat cabang cabang pohon atau tempat yang lebih tinggi jika disediakan. Tempat bersembunyi juga harus disediakan, pastikan ukurannya cukup besar untuk bisa menampung tubuh ular African Rock python ini. Sediakan juga tempat minum yang cukup berat hingga tidak gampang terguling dan pastikan tempat minumnya terbuat dari bahan yang aman.
SEcara umum, kebanyakan boa & piton membutuhkan suhu yang berkisar antara 30 derajat celcius pada siang hari hingga 26 derajat celcius pada malam hari. Akan sangat baik jika disediakan tempat berjemur dengan suhu yang sedikit lebih tinggi dari sebagian kandang hingga ular bisa memilih tempat dengan suhu yang disukainya.

African Rock python, seperti semua jenis boa & piton adalah hewan carnivora yang memakan hewan pengerat seperti tikus, hamster atau gerbil dan biasanay di penangkaran, African Rock python diberi makan seminggu sekali dengan mangsa yang sesuai dengan ukuran tubuhnya.

PYTHON CURTUS / BLOOD PYTHON (dipong)

Blood Python (Dipong)
Nama              : Blood Python (Dipong)
Nama Latin     : Python Curtus
Ukuran            : Jantan dewasa : 1 m s/d 1,8 m
Betina dewasa : 1,5 m s/d 2,5 m
Asal                 : Indonesia (Sumatra)
Makanan       : Tikus, Unggas, serta Katak 
Keterangan     : Ular ini hidup di daerah yang lembab. Biasanya hidup daerah rawa-rawa. (termasuk salah satu reptil peliharaan vaqar)


Sanca darah hitam (Python curtus) atau kadang disebut Sanca gendang dan Dipong adalah suatu jenis ular Sanca tidak berbisa,meski beberapa herpetologis menganggap hewan ini tidak berbeda dengan jenis Sanca darah yang lain (Python breitensteini dan Python brongersmai).

Hewan dewasa bisa tumbuh sampai sepanjang 1,5-1,8 m (5-6 kaki) dengan berat badan yang besar. Ekor hewan ini begitu pendek dibandingkan dengan keseluruhan panjang tubuhnya. Pola warnanya terdiri dari warna dasar kuning kecoklatan, sawo matang atau coklat keabu-abuan yang dilapisi dengan bercak-bercak berwarna dari merah bata sampai merah darah

Hewan ini ditemukan di wilayah Asia Tenggara khususnya di Indonesia (Sumatra dan Kalimantan), Thailand selatan dan Malaysia. Menurut Stimson (1969), Lokalitas jenis hewan ini adalah "Sumatra"



Hewan betina berkembang biak secara bertelur (ovipar) dan jarang mengeluarkan lebih dari selusin telur. Hewan betina tetap melingkari telur-telurnya selama masa inkubasi dan mungkin saja menggetarkan tubuhnya untuk menghasilkan panas. Namun tindakan ini memerlukan banyak tenaga dan hewan betina hanya akan melakukannya apabila temperatur disekitarnya turun dibawah 90°F (32°C). Telur akan menetas setelah 2,5-3 bulan dengan panjang tubuh bayi ular 30 cm (12 inci)

PYTHON MOLURUS (molu/sanca bodo)

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan                      : Animalia;
Filum                           : Chordata;
Kelas                           : Reptilia;
Ordo                            : Squamata;
Upaordo                      : Serpentes;
Famili                          : Pythonidae;
Genus                          : Python; 
Spesies                        : Python molurus;
Subspesies                   : Python molurus molurus dan Python molurus bivittatus
Nama Ilmiah               : Python molurus;
Sinonim                       : Coluber molurus;
Nama Indonesia          : sanca bodo



Ular sanca bodo atau  Python molurus, termasuk salah satu jenis ular yang banyak dipelihara oleh pencinta binatang. Namun tidak sedikit yang menyadari bahwa ular sanca bodo yang biasa disebut juga sebagai Asiatic Rock Python termasuk salah satu binatang langka yang dilindungi undang-undang di Indonesia. Ular sanca bodo (Python molurus) dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999.

Ular sanca bodo terdiri atas dua anak jenis (subspesies) yaitu Python molurus molurusyang dijumpai di India, Bangladesh, Pakistan hingga Nepal dan Python molurus bivittatusyang hidup secara alami di Indochina termasuk Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sumbawa, dan Sulawesi).

    Ular sanca bodo dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Asiatic Rock Python, Burmese Python, atau Tiger Python. Sedangkan dalam bahasa latin, ular yang banyak dijadikan peliharaan ini disebut Python molurus (Linnaeus, 1758) sebagai yang bersinonim denganColuber molurus (Linnaeus, 1758).

Ular sanca bodo termasuk ular besar lantaran mampu mencapai panjang 9 meter, meskipun rata-rata hanya mencapai 5 meter saja. Berat tubuh Burmese Python ini mampu mencapai 160 kg.
Ular sanca bodo (Python molurus) mempunyai warna dasar kulitnya coklat muda hingga coklat tua, ada pula yang kuning atau krem, dengan belang-belang hitam atau coklat tua. Corak belang pada sanca bodoberupa jaringan dengan mata jaring hampir berbentuk segi empat.

Ular sanca bodo secara alami mendiami hutan tropis basah. Ular ini senang berada ditempat yang tidak jauh dari air atau tempat lembab bahkan kadang di dekat pemukiman. Ular sanca bodo lebih suka berada di tanah dari pada bergulung di pohon, tetapi sesekall dia akan memanjat pohon untuk mendapatkan sinar matahari guna menaikkan suhu tubuhnya.
Meskipun hewan ini termasuk binatang nokturnal (beraktifitas di malam hari), namun sanca bodo juga senang berkeliaran disiang hari. Hewan yang banyak dijadikan peliharaan ini ini mematikan mangsanya dengan cara melilit tubuhnya. Makanan kesukaan sanca bodo antara lain tikus, luwak, kera, bajing juga hewan besar seperti babi hutan, rusa dan kijang. Selain itu mereka makan pula burung dan ayam hutan. Seekor ular bodo betina sekali bertelur bisa mencapai 40 butir bahkan lebih. Telur-telur tersebut akan menetas setelah 60-80 hari. Panjang anak yang baru menetas tersebut  berkisar 60-70 cm.

Ular sanca bodo tersebar di India, Bangladesh, Pakistan hingga Nepal hingga ke Indonesia, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Di Indonesia, ular sanca bodo (Python molurus) dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sumbawa, hingga sebagian Sulawesi. Beberapa dekade terakhir, hewan melata raksasa ini juga dapat ditemukan di hutan di Florida Amerika Serikat akibat banyak para pemeliharanya yang melepaskan hewan ini begitu saja ke alam liar.

Ular sanca bodo meskipun mulai langka di Indonesia tetapi populasinya masih dianggap banyak sehingga IUCN Redlist masih melabelinya dalam status konservasi “Near Threatened” (Hampir Terancam).

Satu yang pasti, meskipun hewan melata ini banyak dipelihara sebagai hewan peliharaan namun banyak yang tidak mengetahui bahwa ular sanca bodo ini termasuk hewan yang dilindungi sebagaimana saudara dekatnya sanca timor (Python timorensis) lantaran semakin langka di alam liar.

RETICULATED PYTHON (retic)

Kerajaan          :           Animalia
Filum               :           Chordata
Kelas               :           Reptilia
Ordo                :           Squamata
Famili              :           Pythonidae
Genus              :           Malayopython
Spesies            :           M. reticulates

Bagi para pembaca sekalian yang memelihara reptil tentunya pasti mengenal retic. Jenis ular ini lebih dikenal sebagai retic atau sanca kembang. Retic termasuk ke dalam keluarga python. Seluruh keluarga besar python tidak memiliki bisa. Mereka membunuh mangsa dengan cara melilit tubuh mangsanya sampai kehabisan nafas. Retic tercatat sebagai ular terbesar di dunia. Panjang rata-rata retic dewasa adalah 5-7 meter. Dengan ukuran sebesar itu retic dapat membunuh orang dewasa sendirian dengan belitannya.
Retic seringkali dijumpai oleh masyarakat. Ciri ular ini adalah coraknya yang cukup cantik. Pada punggungnya terdapat rangkaian pola berwana hitam yang membentuk berbagai pola. Ada yang bulat seperti rangkaian rantai, ada pula yang kotak seperti kartu wajik, dan masih banyak bentuk lainnya yang memanjang dari leher sampai dengan ekornya. Bagian samping ular ini dihiasi corak berwarna kuning dan abu-abu keperakan. Nama sanca batik itu sendiri karena melihat sisi sampinya ini yang nampak seperti lukisan batik yang beraturan.
Habitat:
Retic sering dijumpai masuk ke dalam rumah atau pekarangan warga. Habitat ular ini termasuk sangat felksibel. Dia bisa hidup di dalam hutan hujan yang rimbun, semak belukar, padang rumput, dan bahkan gorong-gorong saluran air dekat pemukiman manusia. Ular ini juga kerap ditemukan dekat sumber air. Pada dasarnya retic menyukai tempat yang hangat namun memiliki tingkat kelembaban tinggi. Oleh karena itu ular ini seringkali masuk ke rumah manusia karena banyak tempat yang disenangi ular ini.
Karakter:
Ular ini sangat tidak dianjurkan untuk mereka yang baru memulai memelihara reptil. Mengapa? Ular ini termasuk tipe ular besar. Selain itu tingkat agresifitas dan nafsu makannya cukup tinggi. Kalau menemukan retic yang jinak tentunya sudah melalui proses domestifikasi dan interaksi yang intens dengan manusia. Retic merupakan ular yang mengandalkan kekuatan lilitan dan rahangnya yang sangat kuat. Untuk ular yang diperoleh hasil tangkapan biasanya akan menjadi sangat galak. Selain itu biasanya cenderung untuk mogok makan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Kandang:
Retic termasuk ular yang hidup di atas permukaan tanah (terrestrial). Kandang yang pas adalah berbentuk meluas dan melebar, bukan meninggi. Kandang yang baik adalah si ular dapat merentangkan tubuhnya minimal 2/3 tubuhnya. Harus ada ventilasi yang cukup karena retic mempunyai kencing yang cukup menyengat aromanya. Untuk alas kandang biasa gunakan alas koran. Ada juga yang menggunakan serpihan kayu atau serutan kayu. Kandang yang digunakan dapat dibuat sendiri atau membeli jadi. Namun demi kepraktisan kebanyakan hobiis menggunakan kontainer box yang dilubangi sisinya dengan solder untuk lubang nafas dan ventilasi.
Makanan:
Retic termasuk pemakan segala. Mulai dari tikus, kelinci, marmut, ayam, bahkan daging sapi pun bisa jadi menu makannya. Nafsu makan retic termasuk nomor satu jika dibanding dengan ular lain. Maka tak jarang retic dijuluki tong sampah yang berarti bisa masuk apa saja ke perutnya. Untuk ular yang masih baby bis alangsung diberi makan tikus mencit yang masih muda (jumper). Saran dari saya jangan terlalu banyak memberikan makan ketika masih kecil. Sebab dikhawatirkan akan muntah. Pemberian pakan dalam intensitas sering dan kuantitas yang banyak hanya akan membuat retic anda menjadi cepat besar. Perlu diingat anda memlihara hewan ini tidak hanya satu atau dua tahun. Anda harus bertanggung jawab mengurus ular ini sampai dia besar nanti. Pakan untuk ular yang besar di atas satu meter bisa diberikan rat atau marmut. Sedangkan untuk retic yang sudah masuk ukuran adult (3 meter keatas) berikan pakan berupa ayam atau kelinci.
Handling:

Urusan handling retic mejadi hal yang sangat penting diperhatikan. Retic termasuk hewan yang buas dan susah diprediksi. Selain itu kekuatan retic juga patut dipertimbangkan sebab tenaganya cukup besar dan menguras energi kita. Pastikan sebelum menghandle ular anda tangan harus dalam keadaan dicuci. Sebab dikhawatirkan jika tangan kita tidak bersih, khususnya setelah memberi makan, ular akan menghajar tangan anda karena mengira tangan anda adalah makanan. Kunci utamanya adalah anda harus percaya diri dan tenang. Biarkan ular percaya kepada anda dan tidak menganggap anda sebagai ancaman.