Showing posts with label hewan peliharaan. Show all posts
Showing posts with label hewan peliharaan. Show all posts

Wednesday, 4 January 2017

Jenis jenis IGUANA - part1

GREEN IGUANA





RED IGUANA



ALBINO IGUANA




BLUE IGUANA





SNOW IGUANA




RED FLAMING IGUANA




COLUMBIA IGUANA




LA DOMINICA IGUANA





ELSAVADOR IGUANA (HENDURAS)





HYPOMELANISTIC IGUANA





GUATEMALA IGUANA




BELIZE IGUANA




PALM ISLAND IGUANA





BRAZILIAN IGUANA




CAYS ISLAND IGUANA

Tuesday, 27 December 2016

KURA KURA DAUN / BERGERIGI

Kura-kura bergerigi atau Asian Leaf Turtle  yang memiliki nama ilmiah Cyclemys dentate ini mendapatkan namanya dari gerigi gerigi yang terdapat pada perisainya. Kura-kura Asian Leaf yang termasuk dalam family Geoemydidae dengan genus Cyclemys ini sering diperjual-belikan sebagai hewan peliharaan. Kura kura ini juga dikenal dengan sebutan kura-kura ceper. Ada juga yang menyebutnya sebagai kura-kura daun Asia, mengikuti namanya dalam bahasa Inggris, Asian Leaf Turtle.

Kura-kura Asian Leaf yang biasa hidup di air tawar yaitu di sungai sungai besar atau kecil yang aliran airnya lambat. Panjang tempurungnya atau karapasnya bisa mencapai panjang 24 cm saat dewasa. Kura kura Asian Leaf memiliki lima buah keping sisik vertebral di bagian tengah punggungnya. Keping-keping vertebral ini memiliki tonjolan memanjang, namun tonjolan ini cenderung akan menghilang setelah dewasa. Lehernya memiliki garis-garis memanjang, berwarna kekuningan atau kemerahan. Keping-keping sisik pada plastron atau penutup dada dan perut dihiasi dengan coretan-coretan radial berwarna kehitaman bercorak tebal atau tipis sampai mengabur.

Kura-kura ceper yang sesungguhnya yang biasa diperdagangkan adalah beiyogo yang bernama ilmiah Notochelys platynota. Dua jenis kura kura ini bisa dibedakan dari keping vertebral ke-5 atau ke-6 (kedua dari belakang) yang jauh menyempit dibandingkan dengan keping sebelum dan sesudahnya. Sedangkan kura-kura matahari atau kura-kura duri (Heosemys spinosa) memiliki gerigi pada semua keping marginalnya, bukan hanya pada keping marginal di bagian belakang.

Kura-kura ini menyebar dari India bagian utara, Bangladesh, Burma, Cina, Kamboja, Vietnam,Thailand, Semenanjung Malaya, Indonesia dan Filipina. Di Indonesia kura kura ini bisa didapati di Mentawai, Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Bali. Cyclemys dentata banyak diperdagangkan untuk dipelihara. Selain itu, bagi penduduk yang masih tradisional, hewan ini juga menjadi buruan untuk memenuhi kebutuhan protein di pedalaman. Meskipun mengalami tekanan sedemikian hingga populasinya hampir terancam punah, hewan ini belum dilindungi oleh undang-undang.

Thursday, 1 December 2016

Elongated Tortoise (Indotestudo elongata)



Merupakan spesies kura-kura darat yang ditemukan di Asia Tenggara. Spesies ini dulu biasanya diimpor besar-besaran. Sekarang pun spesies ini masih diimpor, namun tidak dalam jumlah besar. Hal ini kemungkinan karena spesies yang diimpor ini datang dari hutan yang habitatnya terinfeksi parasit ataupun sulit bagi spesies ini untuk menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Karena itu, hewan-hewan yang diimpor ini kurang mendapat banyak peminat meskipun diimpor secara besar-besaran.
Panjang hewan ini bisa mencapai 30cm dengan berat 3,5kg. Betina biasanya lebih besar dari jantan dan memiliki carapace yang lebih bulat disbanding jantan. Jantan memiliki lekukan/cekungan pada plastron, sedangkan betina hanya memiliki plastron datar. Cakar milik betina biasanya lebih panjang dan lebih melengkung dibandingkan jantan, kemungkinan untuk mempermudah betina membuat sarang.
Spesies ini dapat ditemukan di Nepal, Bangladest, India, Burma (Myanmar), Laos, Thailand (Phuket), Kamboja, Vietnam, Malaysia Barat,  dan Cina Selatan.
Spesies ini merupakan spesies tropis, dan tak mampu bertahan hidup di iklim yang dingin. Hewan-hewan yang diekspor ke Eropa atau Amerika Utara biasanya akan menderita dan mati.


Wednesday, 30 November 2016

Radiated Tortoise (Astrochelys radiata)



Merupakan spesies kura-kura darat yang relative besar di Pulau Madagaskar. Spesies ini dikenal dengan nama Sokake di Madagaskar. Spesies ini dianggap kebanyakan orang sebagai satu-satunya spesies yang terindah di antara spesies-spesies kura-kura darat lainnya. Spesies ini merupakan jenis pet yang terkenal eksotik.
Panjang carapace dari spesies ini dapat mencapai 41cm dengan berat 16kg. Sang jantan dapat dikenali dengan ekornya yang lebih panjang dari pada betina.

Karena keindahannya, populasi spesies ini semakin menipis. Diduga, 45000 spesies ini dibunuh setiap tahunnya sebagai makanan. Selain itu, keindahan spesies ini membuatnya sering diperdagangkan secara illegal. Karena itu spesies ini kini menjadi spesies yang dilindungi di dunia

GOPHER TORTOISE (kura-kura darat gopher)



Berasal dari tenggara Amerika Serikat. Spesies ini memiliki carapace yang panjangnya berkisar antara 20-30cm, dengan tinggi mencapai 15-37cm. Berat tubuhnya berkisar antara 2-6kg.
Spesies ini merupakan satu dari tiga spesies kura-kura darat yang merupakan penggali liang. Liang yang digali spesies ini dapat mencapai lebih dari 50ft dalamnya, tetapi biasanya hanya berkisar antara 15-18ft.
Gopher bertelur hanya sekali dalam setahun. Biasanya sang betina hanya menghasilkan 5-8 butir telur di sarangnya. Spesies ini mengerami telurnya sekitar 60-90 hari dengan suhu 88°F.

Di Negara bagian Florida, Gopher terdaftar sebagai spesies yang terancam punah. Kepemilikan Gopher di Negara bagian tersebut harus memiliki izin resmi. Sedangkan di Alabama, Mississippi, dan Lousiana, spesies ini sudah tercatat dalam daftar terancam punah.

DESERT TOTOISE (kura-kura darat amerika)

Spesies ini berasal dari Gurun Mojave dan Gurun Sonoran, yang terletak di barat daya Amerika Serikat, barat laut Meksiko. Spesies ini kini tersebar di sebelah barat Arizona, tenggara California, selatan Nevada, dan sebelah barat daya Utah.

Panjang usianya berkisar antara 50 hingga 80 tahun. Pertumbuhan spesies ini lambat dan tingkat reproduktifitasnya rendah. Ukuran dari spesies ini berkisar antara 25-36cm dan mencapai berat sekitar 0,2-5kg. Spesies ini pun termasuk dalam daftar yang dilindungi dan tidak boleh dibawa melintasi batas Negara (kecuali memperoleh izin).



KURA KURA GALAPAGOS / galapagos tortois



Kura kura Galapagos adalah kura kura terbesar di dunia yang masih hidup. Kura kura Galapagos dapat memiliki panjang hingga 1,2 meter dan berat mencapai 300 kg. Dapat hidup hingga usia 150 tahun. Tetapi, karena beratnya, sebagaimana umumnya kura-kura darat, jenis kura-kura ini hanya dapat berjalan hanya mencapai sekitar 0,5 km per jam. 
Kura kura Galapagos pertama kali didokumentasikan oleh ilmuwan terkenal Charles Darwin ketika ia menginjakkan kaki di Pulau Galapagos beberapa abad lalu. Ya, kura-kura terbesar di dunia ini dikenal dengan nama Kura-kura Galapagos. Kura kura Galapagos secara ilmiah dikenal dengan nama Chelonoidis nigra, merupakan salah satu dari dua jenis kura-kura terbesar di dunia yang hidup di era modern. Jenis lainnya adalah kura-kura yang hidup di Atol Aldabra, dikenal sebagai Kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea).

Habitat Kura kura Galapagos

Sesuai dengan namanya, kura-kura ini berasal dari Pulau Galapagos, Ekuador. Secara taksonomi, Kura kura Galapagos mengalami perubahan dalam beberapa dekade sejak ditemukan.  Saat ini, paling tidak ada 14 spesies, meskipun penelitian genetik terbaru telah menunjukkan terdapat perbedaan besar di antara beberapa populasi di pulau yang sama . Dari 14 spesies tersebut, hanya sepuluh spesies yang masih ditemukan. Sisanya, 4 spesies, termasuk hewan punah. Keempat belas spesies tersebut mewakili 14 lokasi habitat yang berbeda di gugusan Pulau Galapagos. Masing-masing sebaran populasi kura-kura raksasa aslinya terdapat di pulau-pulau besar – Pulau Española, Fernandina, Floreana, Pinta, Pinzon, San Cristobal, Santa Cruz, Santa Fe, Santiago – serta lima gunung berapi besar di Pulau Isabela – Wolf, Darwin, Alcedo, Sierra negra, Cerro Azul.

Perilaku Kura kura Galapagos

Dibandingkan dengan manusia, Kura kura Galapagos layak disebut “malas” karena menghabiskan rata-rata 16 jam dalam sehari untuk beristirahat atau berdiam diri. Tingkat aktivitas mereka didorong oleh suhu lingkungan, ketersediaan pangan. Pada musim dingin, mereka aktif pada tengah hari, tidur di pagi. Pada musim panas, masa aktif mereka pagi serta sore hari, sementara siang beristirahat berusaha untuk berdiam diri di bawah naungan semak, berendam kubangan lumpur.
Kura kura Galapagos termasuk jenis hewan herbivora. Memakan tumbuhan terutama kaktus, rumput, buah-buahan. Mereka minum sejumlah besar air bila tersedia, kemudian menyimpannya dalam kandung kemih mereka untuk jangka waktu yang lama. Perilaku ini mirip seperti unta!
Kura kura Galapagos berkembang biak terutama selama musim panas (Januari-Mei), meskipun perilaku kawin dapat terlihat di sepanjang tahun. Selama musim dingin (Juni sampai November), kura-kura betina bermigrasi ke zona bersarang (umumnya di daerah yang lebih kering) untuk bertelur. Betina dapat meletakkan 1-4 sarang selama musim bertelur (Juni-Desember). Betina menggali lubang dengan kaki belakangnya, kemudian memungkinkan telur jatuh ke dalam sarang. Akhirnya menutup sarang dengan menguruk pasir menutupi sarang menggunakan kaki belakangnya. Seperti perilaku penyu.
Jumlah telur Kura kura Galapagos berkisar 2-7 untuk kura-kura betina dengan bentuk tempurung seperti pelana kuda. Sedangkan untuk kura kura galapagos betina dengan tempurung menjulang tinggi seperti kubah, jumlah telur antara 20-25 telur. Telur akan menetas setelah 110-175 hari. Masa inkubasi tergantung pada bulan saat bertelur. Jika bertelur di awal musim dingin, maka akan membutuhkan masa inkubasi lebih lama dibandingkan bertelur pada akhir musim dingin atau awal musim pans. Setelah menetas, tukik tetap berada di sarang selama beberapa minggu sebelum muncul keluar.

Komunikasi kura kura Galapagos

Kura kura Galapagos memiliki beberapa cara untuk berkomunikasi satu sama lain. Satu-satunya suara diketahui pada Kura kura Galapagos adalah suara mengerang oleh jantan ketika kawin. Mengerang secara periodik, terdengar mirip erangan suara sapi. Kura-kura betina tidak membuat vokalisasi sama sekali. Metode utama komunikasi kura-kura adalah perilaku. Seperti pada banyak spesies lainnya, mereka memiliki cara menyampaikan pesan untuk menunjukkan dominasi serta membela diri. Untuk menunjukkan dominasi dalam persaingan dengan kura-kura lain, jantan akan berdiri tegak, saling berhadapan dengan mulut membuka lebar, dan meregangkan leher setinggi mungkin. Kepala tertinggi hampir selalu “menang”, sementara yang kalah mundur, pergi.

Kura kura Galapagos terancam punah

Sebagaimana terjadi pada satwa liar memiliki keunikan, daya tarik, cantik, satwa langka, Kura kura Galapagos terancam oleh kerusakan habitat, perburuan, perdagangan ilegal. Perilaku demi mengejar keuntungan ekonomi semata. Kura-kura adalah spesies yang berhasil bertahan hidup sejak zaman dinosaurus, tetapi mengalami resiko kepunahan terbesar akibat perilaku manusia serakah. Memburu, mengambil mereka dari habitat demi alasan status sosial (gengsi karena kura-kura ini berharga mahal) atau kecintaan salah kaprah (memelihara satwa liar dengan alasan mencintai satwa tersebut).

Red Footed Tortoise (Chelonoidis carbonaria)


Red Footed Tortoise ( Chelonoidis carbonaria ) Atau biasa disebut Kura-kura Red Foot adalah kura-kura hewan peliharaan populer berasal dari utara Amerika Selatan .

Range and habitat
Habitat alami mereka berkisar dari tenggara Panama ke Venezuela , Guyana , Suriname , dan Guyana di utara , menyusuri Andes ke barat di Kolombia , Ekuador , Peru , dan Bolivia , timur ke Brasil , dan di sepanjang selatan Bolivia , Paraguay , dan mungkin Argentina utara. Mereka tidak merata dalam penyebarannya. 
Mereka juga ditemukan pada beberapa Kepulauan Karibia , meskipun tidak jelas apakah asli atau dibawa oleh manusia . Mereka ditemukan di Antilles Belanda , Trinidad , Tobago , Grenada , Barbados , St Vincent , Grenadines , Santa Lucia , Martinique , Dominica , Guadalupe , Kepulauan Leeward , Kepulauan Virgin , dan Puerto Rico 
Habitat yang disukai dari kura-kura Red Foot bervariasi tergantung daerah tetapi umumnya meliputi suhu musiman cukup konsisten di dekat 30 ° C yang jarang mendapatkan lebih rendah dari 20 ° C atau lebih dari 35 ° C , biasanya dengan kelembaban tinggi dan banyak curah hujan meskipun beberapa daerah bisa  cukup kering .  Kura-kura Red - Foot sering ditemukan di dekat daerah transisi antara hutan dan savana , seperti pembukaan hutan , tepi kayu , atau di sepanjang saluran air
Beberapa Varian dari Red Footed Tortoise
·         Varian Northeastern
Asal                 : Venezuela , Guyana , Suriname , Guyana , dan Brazil
Keterangan      : Kepala dan warna tungkai umumnya cahaya oranye sampai merah.Plastron sebagian besar kuning pucat.

  • Varian Northwestern
    Asal                 : Panama Tenggara dan Kolombia .
Keterangan      : Mirip dengan varian Northeastern tapi warna dasar karapas bukan hitam melainkan abu-abu , coklat tua , atau kopi. Plastron pucat dengan daerah gelap sentral menyerupai tanda seru . Kepala dan anggota badan umumnya kuning pucat sampai jingga. Ukuran rata-rata sedikit lebih kecil biasa 30-35 cm.
  • Varian North
    Asal                 : Kolombia , Ekuador , dan Peru
Keterangan      : Mirip dengan varian Northeastern dengan kepala dan warna tungkai umumnya kuning pucat sampai oranye terang , jarang ada yang merah , kepala dan anggota badan sering berwarna beda . Ukuran rata-rata sedikit lebih kecil biasa - 30-35 cm.
  • Varian South
    Asal                 : Bolivia , Paraguay , Argentina utara.
Keterangan      : Karapas sering berwarna hitam sampai coklat tua , terkadang dengan cahaya abu-abu atau keputihan antara sisik . Plastron sebagian besar gelap dalam pola berbintik-bintik simetris .
  • Varian Eastern
    Asal                 : Timur ke tenggara Brazil .
Keterangan      : karapas sering memiliki abu-abu muda atau keputihan antara sisik . Plastron sebagian besar gelap dalam pola berbintik-bintik simetris . Ukuran cenderung lebih kecil daripada rata-rata varian Northeastern , juga mencapai kematangan seksual pada ukuran yang lebih kecil .  Kepala dan anggota badan baik kekuningan atau merah cherry.

Note: Jenis varian yang berkepala merah ini sering disebut ' Cherry -Head Tortoise '

Size and lifespan
Kura-kura Red - footed dewasa karapas umumnya oval memanjang dengan punggung agak datar dan termasuk kura-kura ukuran menengah yang umumnya rata-rata mencapai 30 cm, tetapi kadang bisa mencapai lebih dari 40 cm . Mereka memiliki karapas berwarna gelap dengan warna merah, orange atau kuning ringan di tengah-tengah setiap scute, dan anggota badan gelap dengan sisik kaki berwarna cerah yang berkisar dari kuning pucat hingga merah gelap.
Ukuran dewasa rata-rata bervariasi menurut wilayah dan jenis kelamin. Kura-kura Red  Foot rata-rata mencapai 30-35 cm dengan laki-laki sedikit lebih besar secara keseluruhan . Kadang ada yang mencapai hingga 45 cm dan pernah ditemukan Red Foot raksasa berasal dari Paraguay dengan panjang 60 cm dan berat lebih dari 28 kg

Handling
Red Foot paling aktif pada suhu 27-30 ° C.  Suasana yang hangat dari 30-31 ° C sangat dianjurkan , dan suhu malam hari bisa turun beberapa derajat lebih rendah . Tingginya kadar kelembaban harus tersedia dalam beberapa bagian dari habitat .
Pencahayaan harus rendah dan menyebar.
Lampu UVB dianjurkan untuk membantu memetabolisme kalsium dan membantu mengatur kelenjar pineal jika kura-kura akan berada di dalam ruangan untuk waktu yang lama .

Diet
Sebagian besar makanan Red Footed Tortoise adalah rumput , daun, bunga , akar , dan tunas dari berbagai macam tanaman serta jamur , invertebrata hidup (seperti semut , rayap , kumbang , kupu-kupu , siput , dan cacing ) , bangkai , dan feses ( terutama dari rubah ). Kadang makan binatang hidup kecil seperti ular dan tikus .
Kura-kura Red Footed termasuk omnivora akan mencari makanan tinggi kalsium pada makanan yang tersedia dan bahkan akan makan tanah kaya mineral jika mereka tidak bisa mendapatkan kalsium yang cukup dalam makanan


Breeding
Kura-kura Redfoot mulai berkembang biak ketika panjang 15-20cm.
Jantan memiliki plastron sangat cekung dan betina biasanya memiliki plastron datar meskipun dapat sedikit cekung.


Perkawinan dimulai dengan jantan yang berjalan dekat di belakang betina. Dia perlahan-lahan akan mencoba untuk me-mount sambil membiarkan serangkaian dengkur rendah

Betina akan mulai bersarang lima sampai enam minggu setelah kawin . Menggali sarang seringkali jika sulit pada tanah keras, Betina buang air kecil untuk melunakkan tanah sebelum menggunakan kaki belakangnya untuk menggali ruang sekitar 10 cm dengan 20cm dalamnya.dalam satu sarang biasanya terdapat 2-7 telur. Betina akan menutupi sarang dan memadatkan tanah setelah bertelur dan sangat jarang kura-kura Red Foot akan bertelur di permukaan, atau dalam sepetak kaktus. Masa inkubasi 105-202 hari dengan 150 hari umumnya.

Tuesday, 29 November 2016

PYTHON SEBAE / AFRICAN ROCK PYTHON

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvXxxC7DOD7z6MnzeLqZUqss-mdjh1_mGOcUagS5KEhnbxLjSmI3GiG5h2OGPKo-NaQCxfmWhFoQnuIYFk4yNHS2HCFDlLyzPrAl382UWMRI40e8Z0A4hVU1DxhVbBj99kMofnk3SG6-U/s320/
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Upafilum:
Vertebrata
Kelas:
Reptilia
Ordo:
Squamata
Upaordo:
Serpentes
Infraordo:
Alethinophidia
Famili:
Pythonidae
Fitzinger, 1826

African Rock pytrhon yang memiliki nama ilmiah Python s. sebae ini masih termasuk dalam keluarga pythonidae. Ular ini saat dewasa bisa mencapai panjang 14 hingga 16 kaki dengan berat 100 hingga 120 pounds. Karena ukurannya yang bisa jadi sangat besar dan temperamennya yang sangat buruk, African Rock python bukan pilihan  spesies yang baik untuk dipelihara terutama oleh pemula. Tapi karena warna dan pola kulitnya yang cantik, ular ini banyak disukai oleh penggemar reptil. Ular African Rock ini banyak terdapat di pantai barat Afrika, Afrika tengah hingga ke pantai timur Ethiopia, Somalia Selatan, Kenya & Utara Tanzania. Ular ini lebih memilih habitat di padang savannah atau di daerah yang banyak terdapat rerumputan
African Rock python membutuhkan kandang yang bersih dengan ventilasi yang baik. Kebanyakan ular akan memanjat cabang cabang pohon atau tempat yang lebih tinggi jika disediakan. Tempat bersembunyi juga harus disediakan, pastikan ukurannya cukup besar untuk bisa menampung tubuh ular African Rock python ini. Sediakan juga tempat minum yang cukup berat hingga tidak gampang terguling dan pastikan tempat minumnya terbuat dari bahan yang aman.
SEcara umum, kebanyakan boa & piton membutuhkan suhu yang berkisar antara 30 derajat celcius pada siang hari hingga 26 derajat celcius pada malam hari. Akan sangat baik jika disediakan tempat berjemur dengan suhu yang sedikit lebih tinggi dari sebagian kandang hingga ular bisa memilih tempat dengan suhu yang disukainya.

African Rock python, seperti semua jenis boa & piton adalah hewan carnivora yang memakan hewan pengerat seperti tikus, hamster atau gerbil dan biasanay di penangkaran, African Rock python diberi makan seminggu sekali dengan mangsa yang sesuai dengan ukuran tubuhnya.

PYTHON CURTUS / BLOOD PYTHON (dipong)

Blood Python (Dipong)
Nama              : Blood Python (Dipong)
Nama Latin     : Python Curtus
Ukuran            : Jantan dewasa : 1 m s/d 1,8 m
Betina dewasa : 1,5 m s/d 2,5 m
Asal                 : Indonesia (Sumatra)
Makanan       : Tikus, Unggas, serta Katak 
Keterangan     : Ular ini hidup di daerah yang lembab. Biasanya hidup daerah rawa-rawa. (termasuk salah satu reptil peliharaan vaqar)


Sanca darah hitam (Python curtus) atau kadang disebut Sanca gendang dan Dipong adalah suatu jenis ular Sanca tidak berbisa,meski beberapa herpetologis menganggap hewan ini tidak berbeda dengan jenis Sanca darah yang lain (Python breitensteini dan Python brongersmai).

Hewan dewasa bisa tumbuh sampai sepanjang 1,5-1,8 m (5-6 kaki) dengan berat badan yang besar. Ekor hewan ini begitu pendek dibandingkan dengan keseluruhan panjang tubuhnya. Pola warnanya terdiri dari warna dasar kuning kecoklatan, sawo matang atau coklat keabu-abuan yang dilapisi dengan bercak-bercak berwarna dari merah bata sampai merah darah

Hewan ini ditemukan di wilayah Asia Tenggara khususnya di Indonesia (Sumatra dan Kalimantan), Thailand selatan dan Malaysia. Menurut Stimson (1969), Lokalitas jenis hewan ini adalah "Sumatra"



Hewan betina berkembang biak secara bertelur (ovipar) dan jarang mengeluarkan lebih dari selusin telur. Hewan betina tetap melingkari telur-telurnya selama masa inkubasi dan mungkin saja menggetarkan tubuhnya untuk menghasilkan panas. Namun tindakan ini memerlukan banyak tenaga dan hewan betina hanya akan melakukannya apabila temperatur disekitarnya turun dibawah 90°F (32°C). Telur akan menetas setelah 2,5-3 bulan dengan panjang tubuh bayi ular 30 cm (12 inci)