Showing posts with label hewan peliaraan unik. Show all posts
Showing posts with label hewan peliaraan unik. Show all posts

Sunday, 18 December 2016

Pancake Tortoise (Malacochersus tornieri)



Jenis kura-kura darat ini memiliki cangkang datar. Spesies ini berasal dari Tanzania dan Kenya. Nama ‘Pancake’ diambil dari bentuk cangkangnya yang datar bagaikan pancake.

Ukurannya cangkangnya pipih dan datar, panjangnya sekitar 17,8cm. Carapace milikinya biasanya berwarna cokelat, diselingi dengan berbagai pola garis. Cangkangnya ini sangat fleksibel, bisa menjadi pipih agar dia bisa melewati celah-celah bebatuan. Jenis ini hanya bertelur sekali dalam setahun dan biasanya hanya menelurkan sebutir telur.

Hewan ini termasuk dalam daftar Apendix II di Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora, yang melarangkan perdagangan impor spesies ini. Kenya memberlakukan larangan untuk melakukan ekspor terhadap spesies ini, kecuali telah mendapat izin tertulis dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam. Tanzania juga melindungi spesies ini di bawah perintah Wildlife Conservation (National Game). CITES juga memberlakukan pembatasan jumlah spesies ini yang dapat diekspor, sementara Uni Eropa memberlakukan larangan ekspor atas spesies ini. Namun tetap saja perdagangan atas spesies ini tetap dilakukan para anggota Uni Eropa.

Thursday, 1 December 2016

Elongated Tortoise (Indotestudo elongata)



Merupakan spesies kura-kura darat yang ditemukan di Asia Tenggara. Spesies ini dulu biasanya diimpor besar-besaran. Sekarang pun spesies ini masih diimpor, namun tidak dalam jumlah besar. Hal ini kemungkinan karena spesies yang diimpor ini datang dari hutan yang habitatnya terinfeksi parasit ataupun sulit bagi spesies ini untuk menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Karena itu, hewan-hewan yang diimpor ini kurang mendapat banyak peminat meskipun diimpor secara besar-besaran.
Panjang hewan ini bisa mencapai 30cm dengan berat 3,5kg. Betina biasanya lebih besar dari jantan dan memiliki carapace yang lebih bulat disbanding jantan. Jantan memiliki lekukan/cekungan pada plastron, sedangkan betina hanya memiliki plastron datar. Cakar milik betina biasanya lebih panjang dan lebih melengkung dibandingkan jantan, kemungkinan untuk mempermudah betina membuat sarang.
Spesies ini dapat ditemukan di Nepal, Bangladest, India, Burma (Myanmar), Laos, Thailand (Phuket), Kamboja, Vietnam, Malaysia Barat,  dan Cina Selatan.
Spesies ini merupakan spesies tropis, dan tak mampu bertahan hidup di iklim yang dingin. Hewan-hewan yang diekspor ke Eropa atau Amerika Utara biasanya akan menderita dan mati.


VARANUS PRASINUS




Status konservasi : CITES Appendix II (CITES)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Sauropsida
Order               : Squamata
Subordo          : Lacertilia
Keluarga          : Varanidae
Genus              : Varanus
Subgenus         : Euprepiosaurus
Spesies            : V. prasinus
Nama binomial:Varanus prasinus Schlegel, 1839

Peta yang menunjukkan distribusi Varanus prasinus, ditemukan di seluruh Papua Nugini dan beberapa pulau di Selat Torres.
Distribusi monitor pohon zamrud, ditampilkan dalam warna merah.
Monitor pohon zamrud (Varanus prasinus) atau monitor pohon hijau, adalah kecil dan menengah arboreal biawak. Hal ini dikenal dengan warna yang tidak biasa, yang terdiri dari warna dari hijau ke biru kehijauan, atasnya dengan gelap, melintang punggung banding. Warna ini membantu kamuflase di habitat arboreal nya. [2] Warnanya juga membuat monitor pohon zamrud yang sangat dimanfaatkan untuk perdagangan hewan peliharaan dan disimpan di kebun binatang sama.
Taksonomi
V. prasinus pertama kali digambarkan sebagai monitor viridis oleh John Edward Gray pada tahun 1831; Namun, holotype asli Gray (RMNH 4812 di Natural History Museum Nasional di Leiden) adalah hilang dan spesies itu redescribed oleh Schlegel delapan tahun kemudian sebagai V. prasinus menggunakan spesimen ditemukan. Nama generik Varanus berasal dari bahasa Arab waral kata (ورل), yang diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai “memantau”. nama khusus Its, prasinus, adalah Latin untuk warna hijau.
V. prasinus adalah anggota dari subgenus Euprepiosaurus. Hal ini berkaitan erat dengan beberapa spesies arboreal lainnya; bila dikombinasikan, ini sering disebut sebagai V. prasinus kelompok spesies. Selain V. prasinus, kelompok spesies ini, yang anggotanya semua allopatric, termasuk V. beccarii (Kepulauan Aru), V. boehmei (Pulau Waigeo), V. bogerti (D’Entrecasteaux Archipelago), V. keithhornei (Cape York Peninsula), V. kordensis (Pulau Biak), V. macraei (Batanta Island), V. reisingeri (Pulau Misool) dan V. telenesetes (Rossel Island).
Perkembangan evolusi
Perkembangan evolusi V. prasinus dimulai dengan genus Varanus, yang berasal di Asia sekitar 40 juta tahun yang lalu dan bermigrasi ke Australia dan kepulauan Indonesia sekitar 15 juta tahun yang lalu.
Distribusi
Monitor pohon zamrud dan kerabat dekat mereka dapat ditemukan di New Guinea, serta beberapa pulau yang berdekatan, dan utara Selat Torres Kepulauan. Monitor pohon hijau dilaporkan berkembang di lingkungan dataran rendah, termasuk hutan cemara tropis , rawa sawit dan perkebunan kakao.
Deskripsi
Emerald pohon monitor di Kebun Binatang Bristol
Monitor pohon zamrud adalah sekitar 75-100 cm (30-39 in) panjang dengan tubuh langsing yang membantu mendukung dirinya pada cabang yang sempit. Menggunakan ekor dpt memegang dan cakar panjang untuk cabang pegangan. Tidak seperti varanids lainnya, monitor ini membela ekornya daripada memukul dengan itu untuk pertahanan ketika terancam. telapak kaki dari zamrud pohon memantau telah diperbesar skala yang membantu kadal saat mendaki.
Ekologi
Ketika terancam, pohon memantau zamrud akan melarikan diri melalui vegetasi atau menggigit jika terpojok. Ini adalah salah satu dari beberapa monitor sosial, hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari laki-laki yang dominan, beberapa perempuan, dan beberapa laki-laki dan remaja lainnya.
Diet
Diet zamrud pohon monitor terdiri dari pohon-tinggal arthropoda besar, seperti katydids, tongkat serangga, kecoa, kumbang, lipan, laba-laba, kepiting, burung, dan mamalia kecil. Sebelum menelan tongkat serangga, kadal merobek kaki [9] spesimen Captive merobek anggota badan tikus sebelum makan mereka.; sebagai akibatnya, mereka mampu menelan mamalia dari ukuran yang cukup besar: A 135-g kadal didokumentasikan sebagai makan 40 g tikus, hampir sepertiga ukurannya.
Reproduksi
Cengkeraman terdiri dari hingga lima telur, masing-masing seberat 10,5-11,5 g (0,37-0,41 oz) dan berukuran sekitar 2 sebesar 4,5 cm (0,79 oleh 1,77 di). Sebanyak tiga cengkeraman diletakkan sepanjang tahun; cengkeraman telah diletakkan oleh tawanan pada bulan Januari, Maret, April, November, dan Desember.

Monitor pohon zamrud betina bertelur di sarang rayap arboreal. Telur menetas antara 160 dan 190 hari kemudian, biasanya dari bulan Juni sampai November, setelah itu muda makan rayap dan telur rayap dalam hitungan menit menetas. kematangan seksual dicapai dalam waktu sekitar satu tahun.

Wednesday, 30 November 2016

KURA KURA LEOPARD TORTOISE

Leopard Tortoise (Geochelone pardalis), gampang banget dikenali karena bentuk badannya yang unik & juga pola di tempurungnya yang cantik.Tempurung kura kura ini sangat menonjol karena biasanya memiliki tinggi lebih dari setengah panjang tubuhnya. Nama ‘Leopard’ diberikan pada kura kura ini karena warna & pola pada tempurungnya yang menyerupai warna leopard. Leopard tortoise dewasa bisa mencapai berat 43 kilo tapi yang biasa ditemukan ‘hanya’ berkisar antara 10 hingga 15 kilo dengan panjang 40 hingga 50 cm.




Kura kura ini terdiri dari 2 subspecies, Geochelone pardalis pardalis dan Geochelone pardalis babcocki, dan hal yang paling membedakannya adalah pola tempurung kura kura muda. G. p. pardalis yang masih muda bisa dikenali dari bintik yang banyak di bagian tengah tempurungnya, sedangkan G. p. babcocki akan memiliki bermacam variasi dari tidak ada bintik, hanya satu bintik hingga satu bintik yang menyambung pada perbatasan tempurungnya. Tapi karakteristik ini tidak bisa dipakai untuk identifikasi yang pasti karena jangkauan luas dan populasi leopard tortoise yang tumpang tindih. Jadi untuk saat ini, hanya ada satu spesies kura-kura yang kenali sebagai Leopard Tortoise yaitu Geochelone pardalis.

KURA KURA GALAPAGOS / galapagos tortois



Kura kura Galapagos adalah kura kura terbesar di dunia yang masih hidup. Kura kura Galapagos dapat memiliki panjang hingga 1,2 meter dan berat mencapai 300 kg. Dapat hidup hingga usia 150 tahun. Tetapi, karena beratnya, sebagaimana umumnya kura-kura darat, jenis kura-kura ini hanya dapat berjalan hanya mencapai sekitar 0,5 km per jam. 
Kura kura Galapagos pertama kali didokumentasikan oleh ilmuwan terkenal Charles Darwin ketika ia menginjakkan kaki di Pulau Galapagos beberapa abad lalu. Ya, kura-kura terbesar di dunia ini dikenal dengan nama Kura-kura Galapagos. Kura kura Galapagos secara ilmiah dikenal dengan nama Chelonoidis nigra, merupakan salah satu dari dua jenis kura-kura terbesar di dunia yang hidup di era modern. Jenis lainnya adalah kura-kura yang hidup di Atol Aldabra, dikenal sebagai Kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea).

Habitat Kura kura Galapagos

Sesuai dengan namanya, kura-kura ini berasal dari Pulau Galapagos, Ekuador. Secara taksonomi, Kura kura Galapagos mengalami perubahan dalam beberapa dekade sejak ditemukan.  Saat ini, paling tidak ada 14 spesies, meskipun penelitian genetik terbaru telah menunjukkan terdapat perbedaan besar di antara beberapa populasi di pulau yang sama . Dari 14 spesies tersebut, hanya sepuluh spesies yang masih ditemukan. Sisanya, 4 spesies, termasuk hewan punah. Keempat belas spesies tersebut mewakili 14 lokasi habitat yang berbeda di gugusan Pulau Galapagos. Masing-masing sebaran populasi kura-kura raksasa aslinya terdapat di pulau-pulau besar – Pulau Española, Fernandina, Floreana, Pinta, Pinzon, San Cristobal, Santa Cruz, Santa Fe, Santiago – serta lima gunung berapi besar di Pulau Isabela – Wolf, Darwin, Alcedo, Sierra negra, Cerro Azul.

Perilaku Kura kura Galapagos

Dibandingkan dengan manusia, Kura kura Galapagos layak disebut “malas” karena menghabiskan rata-rata 16 jam dalam sehari untuk beristirahat atau berdiam diri. Tingkat aktivitas mereka didorong oleh suhu lingkungan, ketersediaan pangan. Pada musim dingin, mereka aktif pada tengah hari, tidur di pagi. Pada musim panas, masa aktif mereka pagi serta sore hari, sementara siang beristirahat berusaha untuk berdiam diri di bawah naungan semak, berendam kubangan lumpur.
Kura kura Galapagos termasuk jenis hewan herbivora. Memakan tumbuhan terutama kaktus, rumput, buah-buahan. Mereka minum sejumlah besar air bila tersedia, kemudian menyimpannya dalam kandung kemih mereka untuk jangka waktu yang lama. Perilaku ini mirip seperti unta!
Kura kura Galapagos berkembang biak terutama selama musim panas (Januari-Mei), meskipun perilaku kawin dapat terlihat di sepanjang tahun. Selama musim dingin (Juni sampai November), kura-kura betina bermigrasi ke zona bersarang (umumnya di daerah yang lebih kering) untuk bertelur. Betina dapat meletakkan 1-4 sarang selama musim bertelur (Juni-Desember). Betina menggali lubang dengan kaki belakangnya, kemudian memungkinkan telur jatuh ke dalam sarang. Akhirnya menutup sarang dengan menguruk pasir menutupi sarang menggunakan kaki belakangnya. Seperti perilaku penyu.
Jumlah telur Kura kura Galapagos berkisar 2-7 untuk kura-kura betina dengan bentuk tempurung seperti pelana kuda. Sedangkan untuk kura kura galapagos betina dengan tempurung menjulang tinggi seperti kubah, jumlah telur antara 20-25 telur. Telur akan menetas setelah 110-175 hari. Masa inkubasi tergantung pada bulan saat bertelur. Jika bertelur di awal musim dingin, maka akan membutuhkan masa inkubasi lebih lama dibandingkan bertelur pada akhir musim dingin atau awal musim pans. Setelah menetas, tukik tetap berada di sarang selama beberapa minggu sebelum muncul keluar.

Komunikasi kura kura Galapagos

Kura kura Galapagos memiliki beberapa cara untuk berkomunikasi satu sama lain. Satu-satunya suara diketahui pada Kura kura Galapagos adalah suara mengerang oleh jantan ketika kawin. Mengerang secara periodik, terdengar mirip erangan suara sapi. Kura-kura betina tidak membuat vokalisasi sama sekali. Metode utama komunikasi kura-kura adalah perilaku. Seperti pada banyak spesies lainnya, mereka memiliki cara menyampaikan pesan untuk menunjukkan dominasi serta membela diri. Untuk menunjukkan dominasi dalam persaingan dengan kura-kura lain, jantan akan berdiri tegak, saling berhadapan dengan mulut membuka lebar, dan meregangkan leher setinggi mungkin. Kepala tertinggi hampir selalu “menang”, sementara yang kalah mundur, pergi.

Kura kura Galapagos terancam punah

Sebagaimana terjadi pada satwa liar memiliki keunikan, daya tarik, cantik, satwa langka, Kura kura Galapagos terancam oleh kerusakan habitat, perburuan, perdagangan ilegal. Perilaku demi mengejar keuntungan ekonomi semata. Kura-kura adalah spesies yang berhasil bertahan hidup sejak zaman dinosaurus, tetapi mengalami resiko kepunahan terbesar akibat perilaku manusia serakah. Memburu, mengambil mereka dari habitat demi alasan status sosial (gengsi karena kura-kura ini berharga mahal) atau kecintaan salah kaprah (memelihara satwa liar dengan alasan mencintai satwa tersebut).

KURA KURA ALDABRA


Di habitat aslinya, kura-kura aldabra yang memiliki nama latin Aldabrachelys Gigantea hidup di padang rumput dan menghabiskan waktunya untuk mencari makan. Kura-kura aldabra adalah jenis kura-kura herbivora (pemakan tumbuhan), meski kadang-kadang juga memakan serangga, bangkai hewan-hewan kecil, dan kura-kura lain yang sudah mati.
Kura-kura aldabra adalah jenis kura-kura yang berumur panjang selain kura-kura galapagos. Umur kura-kura aldabra bisa mencapai 200 tahun. Secara fisik, kura-kura aldabra bisa dikenali dengan bentuk kaki yang kuat, leher yang panjang, serta bentuk tempurung yang berbentuk dome tinggi. 
Meski ada beberapa perbedaan, cara memelihara kura-kura aldabra relatif sama dengan cara memelihara sulcata. Dan berikut adalah cara memelihara kura-kura aldabra:

1.        kandang kura-kura aldabra.
tidak dibutuhkan kandang khusus untuk memelihara aldabra. anda bisa menggunakan akuarium atau container box sebagai kandang kura-kura aldabra. sebagai alas kandang (bidder), anda bisa menggunakan kertas koran yang bersih sebagai alas kandang kura-kura aldabra. Kandang aldabra sebaiknya dibersihkan setiap minggu sekali secara menyeluruh. Anda juga sebaiknya mengangkat kotoran kura-kura aldabra dari dalam kandang setiap hari.
2.        makanan kura-kura aldabra.
seperti yang sudah dikemukakan diatas, makanan kura-kura aldabra adalah tumbuh-tumbuhan dan sayur-sayuran. para penggemar kura-kura aldabra biasanya memberikan buah-buahan seperti apel dan pisang sebagai makanan aldabra. anda juga bisa memberikan pellet sayuran yang biasa dijual di toko makanan hewan tertentu. tempat minum bisa anda taruh di pojok kandang. air minum yang diberikan untuk kura-kura aldabra adalah jenis air mineral, dan ganti air minum setiap 3 hari sekali.

3.        cara merawat kura-kura aldabra.
tidak dibutuhkan perawatan khusus kura-kura aldabra. untuk menjaga kesehatannya, anda cukup menjemur kura-kura aldabra setiap minggu dibawah sinar matahari. lakukan penjemuran ini dibawah jam 9 pagi selama 10 menit.