Monday, 19 December 2016

Tips Melatih kura kura



Tips melatih kura2 yang saya berikan berikut ini adalah 100% berdasarkan pengalaman saya, kalau menurut anda bagus, silakan ditiru dan kalau menurut anda tidak bagus, silakan dicuekin aja
Saya tahu benar bahwa banyak orang  yang berpendapat bahwa kura-kura itu seperti ikan, jadi cukup dilihat saja dan dikasih makan. Tidak boleh banyak dipegang karena di alam pun mereka jarang di pegang2…tapi menurut saya, semua mahluk hidup akan berlaku sesuai bagaimana kita memperlakukannya. Saat kura-kura menjadi peliharaan, hal yang wajar kalau kita menyanyanginya dan tidak hanya sekedar memberi makan. Bila  kita melakukan hal itu, kura-kura pun akan menganggap kita lebih dari sekadar tukang kasih makan
Alasan saya menulis post ini sangat sederhana…karena akhir2 ini saya sering sekali mendengar orang2 yang berkata kalau kura2 mereka ga mau dipegang dan cenderung ingin mengigit mereka. Kame dan Kroten sama sekali bukan pengigit dan luar biasa manisnya…saya sampai terheran-heran jika mendengar  ada yang bilang kura2nya  galak banget.
Nah…mari kita mulai langkah2 membuat kura2 anda menjadi jinak dan penurut.
1.         Berikan nama pada kura-kura anda!
Memang benar kalo mereka cuma kura-kura,mahluk berdarah dingin. Tapi… jangan pernah menganggap kalo mereka tidak butuh nama. Saya kenal paling tidak 4 orang yang tidak pernah memberikan nama pada kura-kura mereka, mereka pikir kura2 itu tak butuh nama *geleng-geleng kepala*
Mari saya buat sederhana saja… MEREKA PAHAM KOK DENGAN NAMA MEREKA!!!
2.         Panggilah kura-kura anda sesering mungkin
Hal ini perlu dilakukan agar mereka mengenal nama mereka. Saya paham betul kalau mereka tidaklah secerdas anjing dan kucing tapi mereka hampir selalu menanggapi panggilan saya.
3.         Bermainlah dengan mereka
Mungkin anda akan bingung, gimana caranya main dengan kura-kura? Yang paling mudah adalah dengan memberikan mereka sebuah benda yang mencurigakan lalu biarkan  mereka memeriksanya. Saat Kame masih bayi, saya suka mengelindingkan sesuatu ke arah dia, dia akanpanik dan lari.Tapi kemudian dia mendekat dan mencium2. Singkat kata, berikanlah sedikit waktu untuk bersama mereka.
4.         Sering-seringlah dipegang
Saya sangat tahu kalau orang2 akan sangat tidak setuju dengan pelatihan macam ini…Tapi…saya sudah melakukan hal ini sejak bertahun-tahun lamanya dan hasil yang saya dapat sangat menakjubkan.
Mereka jadi sangat terbiasa dengan saya,mereka bahkan seperti meminta untuk disentuh.
Saya membiarkan mereka memanjat kaki saya kapan pun mereka mau. Bahkan mereka tidak memasukkan kepala mereka saat saya mau menyentuh kepala  mereka. ketiduran di kaki sudah menjadi hal yang biasa.
5.         Suapi mereka sekali-sekali
Hal ini juga banyak ditentang orang karena mereka bisa saja malah menganggap jari kita adalah makanan. Untungnya, karena saya sudah sering menyuapi  (bahasa kerennya: Hand-Feed) mereka sejak kecil, jadi cara ini sangat berhasil.
Hand-feed memberikan sebuah ikatan khusus antara kura-kura dengan pemeliharanya.
6.         Biarkan mereka menjelajah rumah
Menurut saya, ini adalah cara yang baik untuk membuat mereka merasa bagian dari keluarga. Tidaklah adil jika membiarkan mereka melihat orang-orang mondar-mandir di depan mereka sementara mereka diam di dalam akuarium atau tempat berjemurnya. Sekal-kali biarkanlah mereka juga meregangkan kaki2nya di sekitar rumah.
Saya tdak takut kehilangan mereka karena saya tinggal memanggil nama mereka, merekapun akan muncul. Kalaupun tidak muncul, biasanya mereka sembunyi di tempat yang sama.Tapi ini sangat sulit bagi yang jarang melepas mereka, untuk yang pertama kali membiarkan mereka jalan-jalan…amati terus gerak gerik mereka!
7.         Ulangi perintah yang sama berkali-kali
Jika anda ingin mereka melakukan sesuatu…katakan lagi  dan lagi dan  lagi.
8.         Biarkan mereka tidur di samping tempat tidur sesekali
Hmmm… Ini mungkin tips paling gila yang pernah anda  dengar. Ini dapat menyebabkan anda kehilangan kura-kura anda, menurut beberapa orang.
Untungnya, saya belum pernah kehilangan satu pun dari mereka! Saya taruh mereka di atas selembar kain dan menutup mereka kembali dengan kain lain, seolah2 kasur dan  selimut. mereka akan bangun pada saat yang bersamaan dengan saya…dan setelah itu, hal menyenangkanpun terjadi…mereka akan mengikuti kemanapun saya pergi. saya suka sekali saat-saat seperti tu
Untuk yang pertama kali melakukan ini, yang perlu dilakukan adalah sedikit pencegahan…awalnya taruhlah mereka di dalam kotak,jadi kalau bangun duluan, mereka tidak lari kesana-kemari Lama-lama mereka akan bangun sama dengan kita.
Mungkin anda  pikir ini hal yang tidak biasa…tapi cobalah pikir lagi, banyak orang yang membiarkan anjing  dan kucingnya tidur di kasur mereka, lalu apa salahnya  kalo kura-kura tidur dekat kita?
9.         Tunjukkan rasa sayang kita pada mereka
Tips yang satu ini adalah yang paling penting. Jangan hanya memandang mereka dan memberi makan. Anda  perlu sekali-sekali berbicara dengan mereka, menghabiskan waktu dengan mereka …intinya, tunjukkan kalo kita sayang dengan mereka.
10.     Ambil foto mereka sebanyak mungkin (pelatihan ekstra)

Hehe…pelatihan ini cuma untuk membuat mereka terbiasa dengan kamera dan menjadi kura-kura narsis

Ular Monopohon (Candoia carinata)






Candoia carinata carinata, atau kita mengenal di Indonesia sebagai mono pohon adalah termasuk family Boa. Ular ini panjangnya mencapai 60cm namun dengan diameter yang kecil. Tidak termasuk dari jenis ular yang mengandung bisa. Tipikal dia merupakan ular yang jinak tidak menggigit, senang bergelung di tangan karena memang hidup di dahan pepohonan. Memiliki banyak variasi warna dan motif, yang pada umumnya dari coklat sampai hitam. Mono pohon merupakan ular yang aktif pada malam hari (nocturnal). Mereka biasa memakan kadal-kadal kecil, cicak maupun pingkies (anak tikus yang masih merah). 

Berkembang biak dengan cara melahirkan anak-anaknya yang dapat mencapai sepuluh ekor. Ular ini merupakan ular yang cocok kita pilih sebagai awal memelihara ular karena eksotik dan sifat jinaknya. Cukup sediakan ranting dan minum di dalam kandangnya. Kalau bisa setiap hari dijemur sebentar agar metabolismenya lebih baik. Mari kita memperkenalkan reptil ke sekitar kita !




Merawat kura kura brazil

Penyebaran
Kura-kura ini merupakan hewan asli di daerah selatan Amerika Serikat dan sekarang telah ditemukan di banyak tempat di dunia. Mereka dibawa oleh orang yang membelinya sebagai hewan peliharaan yang kemudian dilepaskan ke alam bebas ketika mereka telah memutuskan untuk tidak mau memeliharanya lagi. Dan ini menyebabkan masalah besar. Seperti yang terjadi di Eropa selatan, kura-kura ini berlomba untuk hidup dengan kura-kura asli Eropa yang akibatnya kura-kura asli Eropa terancam punah.UkuranDapat tumbuh sampai 30 cmKehidupanDi alam bebas, kura-kura ini dapat hidup sampat 20 tahun, tetapi dalam tangkaran beberapa jenis telah dilaporkan bisa hidup sampai 40 tahun.
Fisik
Berwarna hijau tua dengan garis garis kuning dan memiliki bercak merah pada setiap sisi di kepalanya. Kura-kura ini dapat mudah dibedakan oleh rahang bawah nya yang lebih bulat dibanding jenis pseudemys yang lebih kotak. Jari-jari kaki belakangnya dihubungkan oleh selaput seperti bebek karena mereka hewan air.
Membedakan jenis kelamin 
Jantan memiliki cakar yang lebih panjang di kaki depannya. Kloaka pada betina lebih dekat ke tempurungnya daripada jantan.
Tempat tinggal
Kura-kura brazil adalah hewan air, maka dari itu anda perlu menaruhnya di aquarium yang nyaman yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhannya.
Jenis aquarium
Standar aquarium adalah solusi terbaik untuk kura-kura brazil, kalau anda tidak mau menyediakan kolam di luar. Salah aspek yang baik menggunakan aquarium gelas adalah anda dapat membersihkannya dengan seksama. Aquarium harus benar-benar bersih karena kesehatan kura-kura anda tergantung pada kebersihannya. Ingat, kura-kura brazil adalah binatang air dan mereka membuang kotoran padat dan cairnya ke dalam air, yang mana dapat menjadi sarang yang baik untuk kuman bakteri.
Tutup aquarium
Tutup aquarium banyak variasinya, beberapa ada yang berikut dengan lampunya. Akan tetapi faktor yang paling penting dari tutup aquarium ini adalah yang dapat membiarkan masuknya sinar alami dengan spektrum penuh. Jika bisa, usahakan mendapat sinar matahari langsung. Kebanyakan pemelihara kura-kura air menggunakan lampu berspektrum di atas aquarium. Tutup aquarium hanya dipakai jika aquarium diletakan di daerah yang sering terkena angin dan dingin cold drafts 
Ukuran aquarium
Di tahun pertamanya, kura-kura brazil tumbuh sangat cepat dan yang dewasa dapat menjadi 10 inc. Ukuran aquarium anda tergantung pada ukuran kura-kura dan jumlah kura-kura yang anda miliki. Ingat, tambah besar aquariumnya, tambah baik untuk kura-kura anda. Untuk kura-kura dewasa berukuran 5 inch, aquarium 30 gal merupakan ukuran minimum yang dianjurkan. Isi dengan air yang cukup supaya dia dapat berbalik jika ia jatuh terbalik. Sekitar ¾ panjang kura-kura.
Filter
Ini sangat penting. Kesehatan kura-kura anda tergantung pada kwalitas air yang tersedia. Ingat kura-kura anda hidup dan bernafas pada air yang sama dimana mereka membuang kotorannya. Jadi jika airnya tidak bersih, mereka akan memiliki lebih banyak kuman di sekitar mereka dan kesempatan terkena penyakit juga bertambah. Dan jika anda memiliki filter yang baik, ini akan mengurangi beban anda, anda tidak perlu sering membersihkan sesering seperti tanpa filter. Kebanyakan permelihara kura-kura air menganjurkan filter tabung Fluval 403.
Pengahangatan dan suhu
Cara yang paling mudah menjaga suhu untuk tetap stabil adalah dengan menggunakan pemanas dalam air (submersible heater) yang bentuknya seperti tabung panjang berisi coated wire. Jenis heater ini sangat praktikal karena memiliki thermostat yang dapat anda set pada suhu yang perfed. Menjaga suhu antara 20 sampai 28 derajat C. Ini sangat penting karena suhu yang hangat membangkitkan sistem kekebalan tubuh pada kura-kura
Daerah berjemur
Anda perlu memberikan daerah di dalam aquarium anda dimana kura-kura dapat benar-benar menjadi kering berjemur di bawah sinar matahari atau lampu khusus reptil. Ini penting seperti yang telah dikatakan sebelumnya,
kehangatan menimbulkan sistem kekebalan tubuh kura-kura anda. Dan juga karena kura-kura brazil mutlak membutuhkan sinar UV supaya dapat memproses makanannya dengan baik dan dapat menyerap nutrisi dari makanan.
Dekorasi aquarium
Pastikan dekorasi yang anda tambahkan tidak membahayakan kura-kura anda. Jika anda hendak menambah tanaman, pilih tanaman yang tidak beracun bagi kura-kura karena mereka mungkin mencoba memakannya. Tanaman plastik juga tidak dianjurkan. Jika anda menambah batu-batuan, pastikan batunya tidak memiliki ujung yang tajam yang dapat menggores cangkang kura-kura. Jangan menggunakan pasir halus karena kemungkinan kura-kura juga memakan batu-batu kecil yang dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang serius. (berhubungan dengan usus)
Membersihkan aquarium
Jaga aquariumnya supaya rapi dan bersih. Jika anda tidak memiliki filter bersihkan setiap dua hari sekali. Jika kura-kura masih bayi dan tidak memiliki filter, bersihkan setiap hari. Jangan menggunakan produk yang abresif.
Pemeliharan Dalam Ruangan (Indoor)
Bentuk akomodasi dalam ruangan yang paling berguna adalah aquarium. Untuk anakan kura-kura, kedalaman air dianjurkan antara 7,5 cm sampat 15 cm dengan batu batuan untuk daerah kering untuk berjemurnya. Ukuran aquarium yang sesuai untuk anakan adalah 60 cm atau 75 cm x 30 cm. Waktu kura-kura telah tumbuh besar, habitatnya pun harus diganti yang lebih besar. Kura-kura brazil adalah perenang yang baik jadi kedalaman air tidak menjadi faktor penting setelah mereka dewasa. Kedalaman 20 cm sampai 60 cm cukup untuk kura-kura antara 10 cm dan kura-kura dewasa.
Air
Kualitas air sangat penting bagi kura-kura air. Banyak masalah yang terjadi pada kura-kura air dapat dihindari jika pemelihara memanfaatkan sedikit waktu dan uang untuk merancang dan membeli sistem filter untuk kura-kuranya. Untuk kura-kura dewasa, kami menganjurkan untuk menggunakan filter tabung(canister) sebab mereka mudah dibersihkan dan memberi kualitas filter air yang baik. Anakan kura-kura mungkin agak sukar karena airnya yang dangkal. Maka dari itu spon filter atau powerhead filter dapat digunakan untuk air yang dangkal. Sering mengganti air menjadi suatu keharusan atau kewajiban.
Lampu
Lampu reflector sebaiknya dipakai sebagai fasilitas jemur (basking). Reflector ini sebaiknya diposisikan untuk menyediakan basking spot 32 derajat Celcius pada satu daerah di habitatnya. Habitatnya juga sebaiknya dilengkapi dengan lampu fluorescent spektrum penuh untuk memberikan UVB. Sumber UVB diperlukan untuk sintesa Vitamin D3 yang diperlukan dalam metabolisma kalsium. Lampu Mercury Vapor juga dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan akan kehangatan dan sinar UV. Tanaman air atau tanaman plastik dianjurkan untuk memberikan rasa aman dan tempat persembunyiannya.
Pemeliharaan Luar Rumah (Outdoor)
Habitat anti pemangsa memberikan bermacam keuntungan dibanding akomodasi dalam ruangan dan sebaiknya dipikirkan sebagai pilihan di cuaca yang hangat.
Kolam dapat dibuat di lingkungan yang aman untuk membuat habitat luar rumah lebih nyaman. Kolam yang lebih besar dapat memakai filter untuk memberikan tempat tinggal yang spetakuler bagi kura-kura anda.  
Makanan
Hati-hati jangan memberi makan yang berlebihan. Untuk kura-kura dewasa dianjurkan hanya memberi makanan 2 sampai 3 kali perminggu dan setiap hari atau setiap dua hari untuk kura-kura anakan yang sedang tumbuh cepat. Slider akan mengkomsumsi sayuran, sayuran hijau seperti green mustard, turnip hijau, dandelion, bayam, wortel, zucchini dan tanaman air seperti duckweed, water lettuce, water hyacint dsb. Mereka juga mengkonsumsi serangga, cacing, dan ikan. Banyak makanan kura-kura komersial yang ada di pasaran sudah menjadi makanan yang sangat baik untuk kura-kura slider.
Suplemen

Suplemen kalsium tambahan sangat penting. Kalsium bubuk dapat ditaburkan di makanan. Pemeliharan dianjurkan menggunakan suplemen kalsium dengan vitamin D3 jika hewannya dipelihara dalam ruangan(indoor) dan kalsium tanpa vitamin D3 jika dipelihara di luar rumah(outdoor). Penyediaan tulang sotong(cuttlefish bone) juga dianjurkan untuk dapat digerogoti.

Sunday, 18 December 2016

cara memelihara ular python reticulatus



Tujuan penulis membuat artikel ini untuk berbagi informasi bagai mana caranya memelihara ular python Reticulatus dan memudahkan para pemula yang ingin memelihara ular python reticulatus, selamat membaca.
•    Python Reticulatus

Python reticulatus atau  sering disebut ular sanca kembang, berhabitat di hutan hujan tropis di berbagai Negara seperti Asia Tenggara, Filipina dan Indonesia. Sanca kembang memiliki penyebaran yang terluas dari semua spesies Python. Jenis ular ini sangat digemari oleh para pecinta ular baik yang sudah pengalaman ataupun pemula. Alasan pemilihan ular jenis ini antara lain : warnanya yang exotic, tampilannya yang garang, perawatan yang mudah, relative jinak, dan mempunyai daya hidup yang lebih lama dibandingkan jenis ular lainnya.

Sanca Kembang berbentuk langsing untuk ukurannya dan berkembang dengan lingkar tubuh yang berotot yang cendrung tetap membulat dari pada memipih seperti ular pembelit lainnya. Sanca raksasa ini sangat bermacam-macam, dengan motif jaring atau rantai dengan warna dasar perak (abu-abu) atau perak coklat. Motif punggungnya adalah ciri khas warna dasar dari ular ini dan bergaris tepi warna hitam dan kuning, oranye atau coklat. Bintik-bintik di samping badannya berwarna terang. Seluruh tubuhnya memantulkan warna “hologram” (seperti pelangi), Ukuran Ular yang baru menetas kurang lebih mempunyai panjang 60cm. Ukuran dewasa (sudah dapat kawin) Betina sekitar 3.3m lebih, jantan 2.3m. Ukuran yang pernah tercatat sekitar 33 kaki (11meter) dan berat 300 pon (150 kg) lebih, Umur Hidup Sanca Kembang dapat hidup 30 tahun atau lebih di dalam kurungan .

Sanca Kembang yang baru ditangkap dari alam liar cenderung (wild-caught – RED) menjadi binatang yang sangat gugup (ketakutan) dan bertahan yang akan mengigit untuk berusaha lepas dari pegangan kita dan kabur. Tetapi hasil ternakan (captive-breed – RED) biasanya tenang dan bahkan jinak, hewan yang pintar yang senang berinteraksi bila si pemelihara membuatnya begitu. Jenis ini adalah pilihan yang bagus yang bisa memberikan perbedaan yang sangat besar dalam pengalaman memelihara ular.

Status di alam liar Penyebarannya sangat luas tetapi jumlahnya yang berkurang, karena eksploitasi untuk mendapatkan kulit dan dagingnya. Pada tahun 2002 eksport kulit ular ini sebesar 437.500 Kenyataan buruk ini menunjukan secara legal lebih mudah memindahkan ular mati daripada yang hidup.

•    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memelihara ular python ini

1.Tingkat Kesulitan
Mahir – sebelumnya pemilik harus mempunyai pengalaman dengan ular yang lebih besar dan dapat menyesuaikan ataupun terbiasa (“nyaman”) dengan perawatan serta penanganannya. Tidak cocok sebagai ular untuk pemula. Sanca Kembang biasanya menyesuaikan dengan perlakuan pemilik mereka . Bila dipelihara oleh pemilik yang sudah mengerti mereka akan berprilaku baik dan ular sanca yang besar dan jinak.

Sedikit tambahan dari beberapa referensi, Sanca Kembang hasil tangkapan liar biasanya walaupun sudah jinak, kadang kala menjadi galak serta menyerang karena keget, ataupun kadang kala tanpa alasan yang jelas.

2.Tingkat keagresifan
Tingkat keagresifan ular sangatlah penting untuk diperhatikan. Hendaknya pilihlah ular yang jinak tetapi masih memiliki insting liarnya. Insting liar disini diperlukan oleh ular untuk menangkap mangsanya karena kita pastinya akan memberikan makanan yang masih hidup semisal tikus putih. Percuma saja kita memelihara ular tetapi tidak dapat memangsa mangsanya hidup-hidup. Tingkat keagresifan ini sangat berhubungan langsung dengan nafsu makan ular tersebut.

3. Kondisi mata dan mulut
Kondisi mata yang sehat terlihat jernih dan terang tanpa adanya leleran-leleran cairan yang keluar dari mata. Kondisi mulut yang sehat tidak ditemukan luka-luka seperti sariawan pada gusinya, dan gusi yang normal berwarna pink.

4. Kulit dan kondisi tubuh
Ular yang sehat memiliki kulit yang lentur, kulit yang lentur mengindikasikan konsistensi (turgor) kulit yang baik dengan otot pada tubuh teraba penuh. Kulit yang bersih dan mengkilat juga dapat dijadikan ukuran sehatnya ular tersebut. Kulit ular yang tidak sehat cenderung kering, kulit melipat, sisik mengelupas, dan adanya benjolan-benjolan di bawah kulit. Pemeriksaan parasit pada kulit ular juga perlu dilakukan, biasanya parasit ditemukan di sela-sela sisik.

5. Pemilihan jenis kelamin (sexing)
Sexing ular dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu visual, poping, dan probing. Sexing visual dilakukan dengan melihat ukuran ekor. Ular jantan memiliki ekor yang relatif lebih panjang dengan pangkal ekor besar. Sedangkan betina memiliki ekor yang relatif lebih pendek dengan pangkal ekor yang lebih kurus. Ular jantan memiliki tubuh yang lebih ramping dibandingkan dengan betina dan ular jantan terkesan lebih agresif dibandingkan ular betina.

6.Kandang
Kandang bisa sederhana ataupun rumit tergantung kemampuan menjaganya. Ingatlah bahwa semakin banyak barang yang ditaruh di kurungan, semikin banyak pula barang yang harus di bersihkan. Sangat banyak pilihan untuk pemilihan kandang untuk Sanca Kembang yang masih kecil, seperti kotak plastic tempat baju, rak melamin, dan kandang-kandang plastic reptile yang banyak di jual di pasaran. Akuarium dari kaca memadai untuk hewan yang lebih kecil. Perlu diingat bahwa penutup kandang kadang kala dapat menimbulkan kesulitan untuk mengatur tingkat kelembaban.

Sanca Kembang yang baru menetas sepertinya cocok di kandang yang kecil juga. Ular kecil di kandang yang besar bisa menjadi stress. Untuk ular yang besar, paling sedikit kandangnya harus mempunyai panjang setengah dari ular tersebut. Semakin panjang semakin baik. Dan juga pilihlah yang lebar karena Sanca Kembang perlu lantai yang lebar. Semua kandang harus memiliki tempat yang panas pada sebuah sudut, dan tempat yang lebih dingin di sudut yang berlawanan. Berapapun umur ular itu, Sanca Kembang sangat kuat maka harus ditaruh di kandang yang kuat dan pengunci yang kuat. Kandang yang baik (kuat dan nyaman untuk ular) sangat dibutuhkan, sehingga kandang ini harus menjadi bahan pertimbangan dalam memelihara ular raksasa. Kandang yang baik adalah yang luas dan bisa memberikan ular ruangan untuk bergerak. Ukuran sekitar 91.45 cm x 243 cm bisa dipakai sebagai acuan untuk ukuran ular 6 m.

7.Alas
Hanya sedikit alas yang bekerja dengan baik. Koran adalah yang paling murah dan paling mudah untuk dibersihkan: buang yang lama dan ganti dengan yang baru. Cypress mulch bagus untuk mengendalikan kelembaban, tetapi ingatlah bahwa terlalu tinggi kelembaban dapat mengganggu kesehatan, begitu juga kalau terlalu rendah kelembaban. Jangan pernah menggunakan alas yang mengandung Cedar karena mematikan untuk reptil.

8.Suhu dan Pemanasan
Sediakan ular Sanca Kembang anda dengan titik berjemur 88-92 F (31-33 C) dan suhu kandang 78-80 F (25.5-26.6 C)(suhu ini tidak boleh turun hingga lebih rendah dari 75 oF-24 C). Sangat penting untuk mengetahui suhu di kandang, dan janganlah menebak. Yang bagus adalah menggunakan termometer digital luar/dalam. Taruh thermometer di dalam kandang, dan ujung lainnya di luar kandang. Sehingga anda dapat mengetahui suhu di luar dan di dalam pada waktu yang sama.

Ada beberapa cara untuk menghangatkan kandang: alas pemanas dari bawah kandang, pemanas keramik, lampu “berjemur” (lampu ditempatkan di suatu sudut sisi untuk berjemur, baik lampu untuk siang maupun lampu malam). Bila menggunakan bohlam ataupun keramik haruslah memperhatikan kelembaban di dalam kandang, apalagi bila menggunakan kandang dengan tutup atas, karena pemanas maupun kandang dengan tutup atas keduanya membuat kelembaban hilang dengan sangat cepat. Gunakan thermostats, rheostats, dan atau timer untuk mengontrol sumber panas. Jangan menggunakan batu pemanas pada ular karena terlalu kecil untuk permukaannya dan dapat menyebabkan luka bakar yang serius.

9.Kelembaban
Menyediakan kelembaban yang cocok untuk Sanca Kembang adalah sangat penting untuk menjamin lingkungan yang sehat dan membantu ketika proses ganti kulit, tetapi seperti dibilang sebelumnya, kelembaban yang terlalu tinggi pun dapat menjadi masalah sama seperti bila terlalu sedikit. Untuk membuat tingkat kelembaban 50% – 60%, kita memiliki beberapa pilihan.
a. Gunakan cypress mulch atau bahan yang sejenis yang dapat melembabkan. Cypress sangat bagus untuk digunakan, ciri-cirinya warnanya coklat terang saat kering dan menjadi gelap setelah basah, jadi kita tahu kapan kita perlu membasahinya lagi.
b. Buatlah box kelembaban untuk ular. Menggunakan container plastic dengan ukuran yang lebih kecil dari kandang dan muat saat ditaruh didalam kandang, yang diisi dengan sphagum moss (peras lah untuk mengetahui ukuran kelembaban), gunting container plastic pada bagian atas tutupnya atau bagian samping dari plastic container tersebut. Taruh di dalam kandang ular sehingga ular dapat masuk kedalamnya saat ular tersebut menginginkannya.

Harus diingat, bila kita memiliki kandang dengan tutup atas yang berlubang, buka dari atas, atau sejenisnya, ada baiknya kita menutupnya dengan plastic, handuk atau sesuatu yang dapat menahan kelembaban agar tidak hilang. Juga harus menjaga suhu karena udara yang hangat lebih dapat menahan kelembaban daripada udara yang dingin. Kita harus membuat kandang yang lembab, bukan basah. Kandang yang basah dapat menyebabkan infeksi baik karena bakteri maupun jamur, dan tentu saja akhirnya kepada kematian.

10.Pencahayaan
Asupan (pemberian) cahaya tidak diperlukan pada jenis ini, tetapi bila digunakan haruslah 12/12 cycle, yang artinya 12 jam nyala dan 12 jam mati. Bila terus-menerus, bisa menyebabkan stress pada ular, apalagi jenis ini termasuk nocturnal (aktif pada malam hari).

11.Air
Selalu ganti air dengan air yang bersih untuk ular Sanca Kembang anda, sebagaimana mereka memiliki kecendrungan untuk minum dengan sangat banyak. Ukuran dari tempat air minum adalah terserah anda. Bila cukup besar untuk berendam, maka cepat atau lambat si ular akan tampak senang untuk berendam dari waktu ke waktu. Pastikan bahwa tempat minum tidak terlalu dalam untuk hewan yang masih kecil. Banyak ular akan membuang kotorannya di tempat air minum, jadi siap-sedialah untuk membersihkannya, men-disinfektan dan mengganti air kapan saja dibutuhkan. Sering kali kita perlu menyediakan tempat minum cadangan, sehingga ada pengganti tempat minum ketika yang satu lagi dibersihkan.

12.Asesoris
Satu asesori kandang yang berguna untuk membuat Sanca Kembang tetap bahagia adalah sebuah tempat persembunyian yang bagus… atau mungkin sepasang tempat persembunyian. Ular ini sensitive, ular yang pintar yang menyadari dan menggunakan tempat persembunyian. Sediakan di dua titik panas dan dingin dari kandang, sehingga ular dapat bersembunyi baik di tempat panas maupun di tempat dingin, dan ular tidak bingung memilih antar suhu dan keamanan. Pot bunga dari tanah liat atau plastic, maupun tempat sembunyi yang dijual di toko hewan semuanya dapat digunakan. Untuk Sanca Kembang yang lebih besar, menempelkan kertas yang gelap pada semua bagian kandang adalah cara yang mudah untuk membuat ular kita merasa lebih aman. jadi apapun asesorinya pastikan tidak mengganggu keamanan ular kita.

13.Pemberian Makan
Beri makan ular anda dengan hewan pengerat yang ukurannya disesuaikan dengan ular tiap minggu. Bayi Sanca Kembang sebaiknya diberi mencit dewasa, atau tikus putih (rat) yang masih belum bisa berjalan (jalannya masih merayap). Saat ukuran mencapai 3 kaki (± 1 m) Sanca Kembang cukup besar untuk memakan tikus putih (rat) yang baru disapih. Setelah panjangnya 4 kaki (± 1.3 m) ular ini sudah sanggup untuk memakan tikus putih (rat) yang sudah dewasa. Jangan mengangkat ular anda paling tidak 1 hari setelah makan, karena dapat menyebabkan ular muntah. Sedikit tambahan dari yang translate, apa pun makanan ular kita yang kita berikan, ada baiknya memberikan makan ular dengan hewan yang sudah di matikan terlebih dahulu untuk menghindari ”kecelakaan” dimana makanan ular dapat melukai ular kita. Setelah mati baru kita goyang-goyangkan di depan muka ular kita. Dengan catatan ular kita tidak pilih-pilih makanan.


Kebanyakan Sanca Kembang mempunyai “feeding response” atau response makan (response saat diberi makan) yang kuat dan pada umumnya mudah untuk mengganti makanannya dengan hewan yang dibekukan/dicairkan atau hewan yang telah dimatikan. Jangan pernah meninggalkan hewan pengerat yang masih hidup tanpa diawasi bersama ular. Pemberian makan paling tidak 1 kali setiap 10 hari, terutama pada Sanca Kembang yang masih muda. Hal ini berguna untuk mengendalikan pertumbuhan ular, perlu diingat pemberian makan yang jarang membuat ular anda lapar dan membuatnya ”gelisah” mencari makan, sehingga response makannya lebih kuat selama berinteraksi dengan orang yang memegangnya. Sebaliknya pemberian makan yang terlalu sering sekitar 1 – 2 kali seminggu memicu pertumbuhan yang cepat, sehingga harus bijaksana untuk memikirkan seberapa besar ular kita kita harapkan pada jangka waktu tertentu.

Sanca Kembang adalah jenis ular yang sangat penting membangun kebiasaan makannya agar aman saat dipegang, dimana ular ini adalah pembelit yang sangat kuat dan harus dipertimbangkan dan diperhitungkan ketika sedang lapar. Jangan pernah pegang hewan lain lalu memegang ular; anda bisa dipikir ular sebagai makanannya. Saat ular mencapai ukuran 6 kaki (2 m) adalah bijaksana memberi makan ular dengan cara menaruh hewan yang sudah mati ke dalam kandangnya dan membiarkan ular menemukannya sendiri, karena ini akan menumbuhkan pencarian makanan yang lemah-lembut.

Semakin bertumbuh ular kita, makin lama kita juga harus memberi makan yang semakin besar juga, seperti contohnya kelinci yang besar dan lain-lainnya. Kita perlu mencari dan menemukan tempat membeli makanan untuk ular kita lebih dahulu, karena hal ini sangat bermanfaat dalam memelihara Sanca Kembang, berhubungan dengan anggaran belanja dan jadwal makan ular kita. Hubungi pemelihara ular lainnya atau anggota dari perkumpulan pecinta reptil dimana anda berada untuk membantu menunjukan tempat yang tepat. Memberi makan Sanca Kembang yang besar tidak selalu murah dan pengeluaran ini harus dipertimbangkan sebelum memilih untuk memelihara jenis ini.

•    Pemeliharaan
Bersihkan kandang ular saat diperlukan, terutama saat buang air baik BAB ataupun BAK, ataupun mangsa yang tidak dimakan, bersihkan secepatnya. Bersihkan dan basmi kuman baik kandangnya maupun tempat minum, untuk tempat minum sebaiknya paling lambat tiap 1 minggu sekali dan saat diperlukan. Tergantung kepada keadaan kandang, keluarkan semua alas dan perlengkapan kandang maupun asesoris dan basmi kuman menggunakan larutan pemutih 5% tiap 1 bulan sekali. Cuci semua peralatan hingga bersih dan keringkan sebelum kembali ditaruh ke dalam kandang. Sebagai tambahan Sangat disarankan penanganan yang maksimal pada ular apabila ular masih muda, karena akan memudahkan dalam penanganannya sewaktu ular menjadi agak besar dan dewasa. 

•    CTT
Sanca Kembang adalah rajanya ular pelilit. Ukuran dan kekuatan mereka termasuk yang terbesar di dunia ular, dan kecantikannya tidak ada tandingannya di antara ular-ular raksasa. Sanca Kembang bukanlah jenis ular untuk ‘semua orang’, mereka perlu dedikasih pemelihara dan berpengalaman yang berkembang dan memiliki pengalaman yang diperlukan untuk merawat ular ini dengan tepat. Memperhatikan insting berburu dari Sanca Kembang sangat mengagumkan dimana hanya sedikit jenis lain yang seperti ini. Sebelum memilih ular raksasa kuat ini, terlebih dahulu HARUS memiliki pengalaman menangani ular besar sebelumnya, walaupun yang akan dipilih adalah CB baby yang jinak yang bisa saja memiliki respons makan yang kuat. Sanca Kembang memiliki tantangan yang menakjubkan untuk pemelihara yang berpengalaman yang sudah siap untuk “yang terbesar dari mereka semua”

TIPS MEMELIHARA ULAR UNTUK PEMULA



Ular merupakan hewan reptil yang sangat banyak jenisnya di dunia ini, dan setiap jenis ular juga memiliki kelebihan masing-masing. Seperti ular king cobra yang memiliki bisa yang sangat mematikan juga ada ular dengan kekuatan penghancur yang sanat kuat yaitu ular phyton. Walupun ular terbilang seram namun ular juga bisa menjadi sangat lebut jika di pelihara dan di beri kasih sayang yang lebih. Banayk pecinta binatang yang memelihara ular dan menjadikan ular seperti sahabatnya, ular tidak seperti anjing atau kucing yang dapat di ajak bermain ular cenderung diam dan bergerak kesana-kemari dan tidak terlalau memperdulikan sekelilingnya.
Untuk mendapatkan ular atau membeli ular anda dapat membelinya di petshop terdekat di kota anda, saya menyarankan untuk memelihara ular yang tidak berbahaya dan tidak memiliki bisa beracun seperti ular pyton ular sawah dll karena ular ini tidak terlalau berbahaya. Harga dari ular sendiri pun bervariasi sesuai dengan ukuran dan jenis ular semakin cantik ular tersebut maka harganyapun semakin mahal. Tertarik memelihara hewan yang satu ini? jika anda tertarik maka ikutilah tips dan cara seputarmemelihara ular di bawah ini :
1. Belilah peralatan yang anda butuhkan dalam memelihara ular, seperti kandang atau akuarium, makanan ular dan juga peralatan lain seperti aksesoris yang di butuhkan agar mudah perawatannya. Anda dapat membelinya di petshop terdekat agar lebih mudah dan tidak susah dalam mencarinya.
2. Di dalam kandang ular desain sedemikian rupa dan usahakan di dalm kandang ular selalu lembab dan tidak panas karena di habitat aslinya ular menyukai daerah yang lembab. Untuk membuat daerah di sekitar kandang ular terlihat lembab anda dapat meletakkan air di dalam kandang ular dan membasahi badan ular ketika cuaca terik.

3. Jangan terlalu sering memberi makan ular, dalam perawatan ular jangan terlalu sering memberi makan ular atau setiap hari karena pada saat ular makan sesuatu seperti tikus atau hewan lainnya makanan di dalam perut ular akan di cerna berlahan dan memakan waktu sekitar 3 hari. Kita dapat memberi makan ular ketika perut ular tidak membuncit lagi, anda dapat memberi ulara tikus hidup atau mati sebagai makanan utama ular.
4. Berilah ruang udara di dlam kandang ular hal ini penting agar suhu di dalam kandang ular tidak panas dan menyebabkan ular tidak betah di dalam kandang. Anda bisa membuat sebuah lubang kecil di sekitar kandang ular namun jangan sampai lubang lebih besar dari badan ular agar ular tidak dapat kabur melalui lubang tersebut.
5. Bersihkan kandang ular secara teratur agar kandang ular tidak berbau menyengat dan tentunya membuat ular nyaman di dalm kandang, jangan sampai kandang ular anda terlihat kotor dan berantakan juga berbau. Bau pada kandang ular dapat di sebabkan oleh kotoran ular dan juga air seni dari ular tersebut, anda dapat membersihkan kandang ular seminggu sekali secara teratur.
6. Ular juga akan berganti kulit setiap 3 – 4 bulan ketika ular akan berganti kulit sebaiknya di sekitar gandang ular anda dapat meletakkan bebatuak seperti kerikil untuk membantu proses pergantian kulit ular atau anda dapat membantu ular berganti kulit dengan bantuan kuku anda. Namun pada saat melakuan hal tersebut anda harus berhati-hati jangan sampai hal tersebut melukai ular kesayangan anda.
7. Ketika ular sakit sebaiknya bawalah ular ke dokter hewan agar mendapatkan perawatan dan pengobatan karena jika di biarkan ular bisa saja meninggal.
8. Seringlah bermain dengan ular dengan sering bermain dengan ular akan membuat ular semakain akrab denagn anda dan menjadikan ular terbiasa akan sentuhan manusia. Hal tersebut juga membantu dalam proses penjinakan ular, anda dapat mengelus-ulus kepala ular dan juga bermain dengan ular namun harus bersikap lembut dan jangan sampai melukai ular kesayangan anda.

Nah itulah tips cara memelihara ular yang baik dan benar, semoga artikel ini dapt membantu sobat semua dalam memelihara ular.

Pancake Tortoise (Malacochersus tornieri)



Jenis kura-kura darat ini memiliki cangkang datar. Spesies ini berasal dari Tanzania dan Kenya. Nama ‘Pancake’ diambil dari bentuk cangkangnya yang datar bagaikan pancake.

Ukurannya cangkangnya pipih dan datar, panjangnya sekitar 17,8cm. Carapace milikinya biasanya berwarna cokelat, diselingi dengan berbagai pola garis. Cangkangnya ini sangat fleksibel, bisa menjadi pipih agar dia bisa melewati celah-celah bebatuan. Jenis ini hanya bertelur sekali dalam setahun dan biasanya hanya menelurkan sebutir telur.

Hewan ini termasuk dalam daftar Apendix II di Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora, yang melarangkan perdagangan impor spesies ini. Kenya memberlakukan larangan untuk melakukan ekspor terhadap spesies ini, kecuali telah mendapat izin tertulis dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam. Tanzania juga melindungi spesies ini di bawah perintah Wildlife Conservation (National Game). CITES juga memberlakukan pembatasan jumlah spesies ini yang dapat diekspor, sementara Uni Eropa memberlakukan larangan ekspor atas spesies ini. Namun tetap saja perdagangan atas spesies ini tetap dilakukan para anggota Uni Eropa.

Thursday, 1 December 2016

Elongated Tortoise (Indotestudo elongata)



Merupakan spesies kura-kura darat yang ditemukan di Asia Tenggara. Spesies ini dulu biasanya diimpor besar-besaran. Sekarang pun spesies ini masih diimpor, namun tidak dalam jumlah besar. Hal ini kemungkinan karena spesies yang diimpor ini datang dari hutan yang habitatnya terinfeksi parasit ataupun sulit bagi spesies ini untuk menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Karena itu, hewan-hewan yang diimpor ini kurang mendapat banyak peminat meskipun diimpor secara besar-besaran.
Panjang hewan ini bisa mencapai 30cm dengan berat 3,5kg. Betina biasanya lebih besar dari jantan dan memiliki carapace yang lebih bulat disbanding jantan. Jantan memiliki lekukan/cekungan pada plastron, sedangkan betina hanya memiliki plastron datar. Cakar milik betina biasanya lebih panjang dan lebih melengkung dibandingkan jantan, kemungkinan untuk mempermudah betina membuat sarang.
Spesies ini dapat ditemukan di Nepal, Bangladest, India, Burma (Myanmar), Laos, Thailand (Phuket), Kamboja, Vietnam, Malaysia Barat,  dan Cina Selatan.
Spesies ini merupakan spesies tropis, dan tak mampu bertahan hidup di iklim yang dingin. Hewan-hewan yang diekspor ke Eropa atau Amerika Utara biasanya akan menderita dan mati.


VARANUS PRASINUS




Status konservasi : CITES Appendix II (CITES)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Sauropsida
Order               : Squamata
Subordo          : Lacertilia
Keluarga          : Varanidae
Genus              : Varanus
Subgenus         : Euprepiosaurus
Spesies            : V. prasinus
Nama binomial:Varanus prasinus Schlegel, 1839

Peta yang menunjukkan distribusi Varanus prasinus, ditemukan di seluruh Papua Nugini dan beberapa pulau di Selat Torres.
Distribusi monitor pohon zamrud, ditampilkan dalam warna merah.
Monitor pohon zamrud (Varanus prasinus) atau monitor pohon hijau, adalah kecil dan menengah arboreal biawak. Hal ini dikenal dengan warna yang tidak biasa, yang terdiri dari warna dari hijau ke biru kehijauan, atasnya dengan gelap, melintang punggung banding. Warna ini membantu kamuflase di habitat arboreal nya. [2] Warnanya juga membuat monitor pohon zamrud yang sangat dimanfaatkan untuk perdagangan hewan peliharaan dan disimpan di kebun binatang sama.
Taksonomi
V. prasinus pertama kali digambarkan sebagai monitor viridis oleh John Edward Gray pada tahun 1831; Namun, holotype asli Gray (RMNH 4812 di Natural History Museum Nasional di Leiden) adalah hilang dan spesies itu redescribed oleh Schlegel delapan tahun kemudian sebagai V. prasinus menggunakan spesimen ditemukan. Nama generik Varanus berasal dari bahasa Arab waral kata (ورل), yang diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai “memantau”. nama khusus Its, prasinus, adalah Latin untuk warna hijau.
V. prasinus adalah anggota dari subgenus Euprepiosaurus. Hal ini berkaitan erat dengan beberapa spesies arboreal lainnya; bila dikombinasikan, ini sering disebut sebagai V. prasinus kelompok spesies. Selain V. prasinus, kelompok spesies ini, yang anggotanya semua allopatric, termasuk V. beccarii (Kepulauan Aru), V. boehmei (Pulau Waigeo), V. bogerti (D’Entrecasteaux Archipelago), V. keithhornei (Cape York Peninsula), V. kordensis (Pulau Biak), V. macraei (Batanta Island), V. reisingeri (Pulau Misool) dan V. telenesetes (Rossel Island).
Perkembangan evolusi
Perkembangan evolusi V. prasinus dimulai dengan genus Varanus, yang berasal di Asia sekitar 40 juta tahun yang lalu dan bermigrasi ke Australia dan kepulauan Indonesia sekitar 15 juta tahun yang lalu.
Distribusi
Monitor pohon zamrud dan kerabat dekat mereka dapat ditemukan di New Guinea, serta beberapa pulau yang berdekatan, dan utara Selat Torres Kepulauan. Monitor pohon hijau dilaporkan berkembang di lingkungan dataran rendah, termasuk hutan cemara tropis , rawa sawit dan perkebunan kakao.
Deskripsi
Emerald pohon monitor di Kebun Binatang Bristol
Monitor pohon zamrud adalah sekitar 75-100 cm (30-39 in) panjang dengan tubuh langsing yang membantu mendukung dirinya pada cabang yang sempit. Menggunakan ekor dpt memegang dan cakar panjang untuk cabang pegangan. Tidak seperti varanids lainnya, monitor ini membela ekornya daripada memukul dengan itu untuk pertahanan ketika terancam. telapak kaki dari zamrud pohon memantau telah diperbesar skala yang membantu kadal saat mendaki.
Ekologi
Ketika terancam, pohon memantau zamrud akan melarikan diri melalui vegetasi atau menggigit jika terpojok. Ini adalah salah satu dari beberapa monitor sosial, hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari laki-laki yang dominan, beberapa perempuan, dan beberapa laki-laki dan remaja lainnya.
Diet
Diet zamrud pohon monitor terdiri dari pohon-tinggal arthropoda besar, seperti katydids, tongkat serangga, kecoa, kumbang, lipan, laba-laba, kepiting, burung, dan mamalia kecil. Sebelum menelan tongkat serangga, kadal merobek kaki [9] spesimen Captive merobek anggota badan tikus sebelum makan mereka.; sebagai akibatnya, mereka mampu menelan mamalia dari ukuran yang cukup besar: A 135-g kadal didokumentasikan sebagai makan 40 g tikus, hampir sepertiga ukurannya.
Reproduksi
Cengkeraman terdiri dari hingga lima telur, masing-masing seberat 10,5-11,5 g (0,37-0,41 oz) dan berukuran sekitar 2 sebesar 4,5 cm (0,79 oleh 1,77 di). Sebanyak tiga cengkeraman diletakkan sepanjang tahun; cengkeraman telah diletakkan oleh tawanan pada bulan Januari, Maret, April, November, dan Desember.

Monitor pohon zamrud betina bertelur di sarang rayap arboreal. Telur menetas antara 160 dan 190 hari kemudian, biasanya dari bulan Juni sampai November, setelah itu muda makan rayap dan telur rayap dalam hitungan menit menetas. kematangan seksual dicapai dalam waktu sekitar satu tahun.